You are browsing with label:
Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Bulan puasa, tubuh cenderung kurang cairan. Hal tersebut bisa mengakibatkan bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Selain terasa sakit, bibir dapat membuat penampilan Anda kurang maksimal. Bagaimana mengatasinya?

Perawatan yang tepat merupakan kunci untuk mendapatkan bibir yang cantik dan sehat. Jika Anda memiliki masalah dengan bibir yang kering dan pecah-pecah, cobalah tips berikut ini:

Perawatan yang tepat merupakan kunci untuk mendapatkan bibir yang cantik dan sehat. Jika Anda memiliki masalah dengan bibir yang kering dan pecah-pecah, cobalah tips berikut ini:
- Kurangi kebiasaan membasahi atau menjilati bibir. Air liur yang Anda gunakan sebagai pembasah justru kerap memicu terjadinya kekeringan pada bibir.
- Hindari memakai lipstik yang berjenis matte, lipstik kering tanpa kilap. Lipstik jenis ini cenderung tidak menggunakan pelembab, atau jika ada, kadarnya sangat sedikit.
- Gunakan lipbalm setiap hari, terutama dalam cuaca panas.
- Jangan memakai lipbalm yang mengandung flavour (perasa), karena akan membuat Anda terbiasa menjilati bibir atau membasahinya.
- Jika tidak menggunakan lipbalm, Anda bisa menggantikannya dengan madu yang berfungsi sebagai pelembab. Oleskan madu pada bibir Anda sebelum tidur malam.
- Jika bibir Anda terlanjur kering dan mengelupas, jangan menarik bagian yang mengelupas. Hal itu akan membuat luka bibir Anda. Lakukan pengamplasan bibir (scrubing) bagian yang terkelupas menggunakan scrub khusus untuk bibir. Lakukan dua minggu sekali.
- Selain scrubing, Anda juga bisa melakukannya dengan masker alami bibir dari buah pepaya. Caranya : hancurkan sedikit buah pepaya hingga menjadi pasta yang lembut. Oleskan pada bibir dan biarkan selama 10 - 15 menit. Lalu bilas dengan air bersih.
| Sumber |
Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, lebih sering terserang virus penyakit seperti flu dan pilek. Jika Anda mudah sekali sakit, mungkin Anda melakukan kesalahan dalam kebiasaan sehari-hari yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Seperti dilansir prevention, Jumat (27/7/2012), berikut 10 kesalahan yang Anda lakukan dan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, yaitu:
1. Anda menjauhkan diri dari lingkungan sosial
Tanpa Anda sadari, ternyata hubungan pertemanan memiliki manfaat yang cukup besar terhadap sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial di lingkungan rumah, di tempat kerja maupun di kantor yang terbatas lebih membuat Anda lebih mudah sakit.
Hal ini karena otak Anda dibanjiri oleh bahan kimia penyebab kecemasan. Kecemasan karena kurangnya hubungan dan interaksi sosial membuat umur seseorang lebih pendek daripada orang yang lebih ramah terhadap lingkungan sosialnya.
Sebuah penelitian memantau 276 orang antara usia 18 dan 55 tahun dan menemukan bahwa orang yang memiliki 6 atau lebih koneksi menunjukkan kemampuan untuk melawan virus yang menyebabkan pilek hingga 4 kali lipat dibandingkan orang yang mempuanyai koneksi pertemanan lebih sedikit.
2. Anda sering kelelahan karena kurang tidur
Kurangnya tidur memiliki efek yang sangat kuat terhadap lemahnya sistem kekebalan tubuh. Sebagai contoh, mahasiswa yang sering tidur larut malam untuk belajar dan mengerjakan tugas lebih sering sakit daripada yang tidur lebih awal. Tidur yang buruk mempengaruhi sistem kekebalan tubuh karena menurunkan jumlah sel yang melawan kuman pembawa virus.
Bahkan, peneliti dari University of Chicago menemukan bahwa pria yang tidur hanya 4 jam setiap malam selama 1 minggu, tubuhnya hanya mampu memproduksi setengah dari jumlah antibodi dalam darah yang menyebabkan flu dibandingkan dengan orang yang tidur selama 7 jam setiap malamnya.
Kebanyakan orang dewasa membutuhkan antara 7 sampai 9 jam istirahat tanpa gangguan setiap malam. Jika Anda lelah saat bangun di pagi hari, Anda mungkin tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup atau mungkin tidur Anda kurang berkualitas.
3. Anda mengembangkan sikap pesimis
Pesimistis membuat seseorang memiliki pandangan yang negatif terhadap semua hal dalam hidupnya dan menyebabkan mudah stres yang tidak baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
Sebuah studi sederhana dari UCLA menemukan bahwa mahasiswa yang memulai semester pertama dengan optimis memiliki sel pembunuh virus yang lebih tangguh dan respon imun yang kuat daripada mahasiswa lain yang memiliki persepsi yang lebih pesimistis.
Salah satu keuntungan bersikap optimis adalah Anda lebih memperhatikan diri sendiri. Sikap pesimis membuat seseorang mudah stres dan merusak sistem kekebalan tubuh karena sel-sel pembunuh virusnya menjadi pasif.
4. Anda memendam masalah Anda sendiri
Ketika seseorang terlalu banyak memendam masalahnya sendiri tanpa membicarakannya atau menyelesaikan masalahnya, dirinya akan mudah stres dan menyebabkan lemahnya sistem imun.
Peneliti dari UCLA meminta 41 pasangan suami istri untuk membicarakan masalah dalam pernikahannya selama 15 menit. Para peneliti mendeteksi lonjakan tekanan darah, denyut jantung, dan kekebalan terkait sel darah putih, yang semuanya memiliki manfaat yang serupa dengan manfaat berolahraga ringan.
Pasangan yang sering menggunakan kekerasan, penghinaan dan ejekan juga memiliki tingkt hormon stres yang lebih tinggi dan memiliki lebih sedikit virus yang melawan sel pembunuh virus. Pasangan tersebut memerlukan waktu hingga 40 persen lebih lama untuk pulih dari kondisi kekebalan tubuh yang kuat.
5. Anda berada di bawah tekanan
Tekanan di tempat kerja dan masalah rumah tangga merupakan faktor yang paling sering memicu stres. Ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa jenis stres dapat menyebabkan penurunan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
Periode stres yang ekstrim dapat menyebabkan jumlah sel pembunuh virus lebih rendah dan aktivitas makrofag, yang dapat memperkuat respon imun berkurang. Atasi stres dengan cara yang sehat seperti berjalan di treadmill, yoga, atau bersepeda.
6. Anda terlalu sering menggunakan barang-barang publik
Barang-barang yang disediakan di tempat umum seperti bolpen dapat membuat Anda terkena virus. Kuman flu dan pilek dapat dengan mudah berpindah dari satu tangan ke tngan yang lain melalui media barang yang dipakai bergantian.
Jika ada barang-barang yang Anda butuhkan dan mudah dibawa, sediakan sendiri barang tersebut untuk diri Anda pribadi. Jika tidak, selalu cuci tangan Anda setelah menyentuh barang-barang publik.
7. Anda tidak pernah berolahraga
Olahraga merupakan aktivitas yang sangat penting bagi kesehatan dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Peneliti membandingkan orang yang tidak aktif beraktivitas dengan orang yang berolahraga dengan berjalan cepat hampir setiap hari.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa orang yang tidak aktif beraktivitas memiliki kesempatan untuk sakit dua kali lipat lebih banyak dalam 4 bulan dibanding orang yang aktif berolahraga. Para ahli mengatakan bahwa aerobik selama 30 menit saja dapat mengembalikan sirkulasi sel darah putih dan membuat sistem kekebalan tubuh kembali kuat.
8. Anda menjadi perokok pasif
Kebiasaan merokok jelas berbahaya bagi kesehatan Anda, tetapi menjadi perokok pasif juga sama bahayanya. Setiap tahun, karena paparan asap tembakau, sekitar 3.000 orang meninggal karena kanker paru-paru dan sekitar 300.000 anak menderita infeksi saluran pernapasan.
Asap rokok dapat memicu serangan asma dan memperburuk gejala pada penderita alergi. Hal ini tentu saja dapat memperburuk imunitas tubuh. Hindari menghabiskan waktu bersama teman-teman yang perokok demi menjaga kekebalan tubuh yang kuat.
9. Anda terlalu bergantung pada antibiotik
Terlalu mengandalkan antibiotik ketika sakit dapat membuat virus penyakit resisten terhadap obat dari waktu ke waktu dan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang minum antibiotik tertentu telah mengurangi tingkat sitokin, pembawa pesan hormon dari sistem kekebalan tubuh.
Ketika sistem kekebalan tubuh ditekan, Anda akan lebih mungkin untuk mengembangkan bakteri resisten atau menjadi sakit di kemudian hari.
10. Anda terlalu serius
Seseorang membutuhkan hiburan dan tawa yang lepas untuk menghindarkan diri dari stres. Para peneliti telah menemukan bahwa tawa memberikan emosi positif yang berhubungan dengan penurunan hormon stres dan meningkatkan sel kekebalan tubuh.
Dalam penelitian yang dilakukan di Loma Linda University School of Medicine, orang dewasa yang sehat yang menonton video lucu selama satu jam mengalami peningkatan signifikan terhadap aktivitas sistem kekebalan tubuh. Jangan terlalu serius dan tertawalah untuk meningkatkan kesehatan Anda.

Seperti dilansir prevention, Jumat (27/7/2012), berikut 10 kesalahan yang Anda lakukan dan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, yaitu:
1. Anda menjauhkan diri dari lingkungan sosial
Tanpa Anda sadari, ternyata hubungan pertemanan memiliki manfaat yang cukup besar terhadap sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial di lingkungan rumah, di tempat kerja maupun di kantor yang terbatas lebih membuat Anda lebih mudah sakit.
Hal ini karena otak Anda dibanjiri oleh bahan kimia penyebab kecemasan. Kecemasan karena kurangnya hubungan dan interaksi sosial membuat umur seseorang lebih pendek daripada orang yang lebih ramah terhadap lingkungan sosialnya.
Sebuah penelitian memantau 276 orang antara usia 18 dan 55 tahun dan menemukan bahwa orang yang memiliki 6 atau lebih koneksi menunjukkan kemampuan untuk melawan virus yang menyebabkan pilek hingga 4 kali lipat dibandingkan orang yang mempuanyai koneksi pertemanan lebih sedikit.
2. Anda sering kelelahan karena kurang tidur
Kurangnya tidur memiliki efek yang sangat kuat terhadap lemahnya sistem kekebalan tubuh. Sebagai contoh, mahasiswa yang sering tidur larut malam untuk belajar dan mengerjakan tugas lebih sering sakit daripada yang tidur lebih awal. Tidur yang buruk mempengaruhi sistem kekebalan tubuh karena menurunkan jumlah sel yang melawan kuman pembawa virus.
Bahkan, peneliti dari University of Chicago menemukan bahwa pria yang tidur hanya 4 jam setiap malam selama 1 minggu, tubuhnya hanya mampu memproduksi setengah dari jumlah antibodi dalam darah yang menyebabkan flu dibandingkan dengan orang yang tidur selama 7 jam setiap malamnya.
Kebanyakan orang dewasa membutuhkan antara 7 sampai 9 jam istirahat tanpa gangguan setiap malam. Jika Anda lelah saat bangun di pagi hari, Anda mungkin tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup atau mungkin tidur Anda kurang berkualitas.
3. Anda mengembangkan sikap pesimis
Pesimistis membuat seseorang memiliki pandangan yang negatif terhadap semua hal dalam hidupnya dan menyebabkan mudah stres yang tidak baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
Sebuah studi sederhana dari UCLA menemukan bahwa mahasiswa yang memulai semester pertama dengan optimis memiliki sel pembunuh virus yang lebih tangguh dan respon imun yang kuat daripada mahasiswa lain yang memiliki persepsi yang lebih pesimistis.
Salah satu keuntungan bersikap optimis adalah Anda lebih memperhatikan diri sendiri. Sikap pesimis membuat seseorang mudah stres dan merusak sistem kekebalan tubuh karena sel-sel pembunuh virusnya menjadi pasif.
4. Anda memendam masalah Anda sendiri
Ketika seseorang terlalu banyak memendam masalahnya sendiri tanpa membicarakannya atau menyelesaikan masalahnya, dirinya akan mudah stres dan menyebabkan lemahnya sistem imun.
Peneliti dari UCLA meminta 41 pasangan suami istri untuk membicarakan masalah dalam pernikahannya selama 15 menit. Para peneliti mendeteksi lonjakan tekanan darah, denyut jantung, dan kekebalan terkait sel darah putih, yang semuanya memiliki manfaat yang serupa dengan manfaat berolahraga ringan.
Pasangan yang sering menggunakan kekerasan, penghinaan dan ejekan juga memiliki tingkt hormon stres yang lebih tinggi dan memiliki lebih sedikit virus yang melawan sel pembunuh virus. Pasangan tersebut memerlukan waktu hingga 40 persen lebih lama untuk pulih dari kondisi kekebalan tubuh yang kuat.
5. Anda berada di bawah tekanan
Tekanan di tempat kerja dan masalah rumah tangga merupakan faktor yang paling sering memicu stres. Ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa jenis stres dapat menyebabkan penurunan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
Periode stres yang ekstrim dapat menyebabkan jumlah sel pembunuh virus lebih rendah dan aktivitas makrofag, yang dapat memperkuat respon imun berkurang. Atasi stres dengan cara yang sehat seperti berjalan di treadmill, yoga, atau bersepeda.
6. Anda terlalu sering menggunakan barang-barang publik
Barang-barang yang disediakan di tempat umum seperti bolpen dapat membuat Anda terkena virus. Kuman flu dan pilek dapat dengan mudah berpindah dari satu tangan ke tngan yang lain melalui media barang yang dipakai bergantian.
Jika ada barang-barang yang Anda butuhkan dan mudah dibawa, sediakan sendiri barang tersebut untuk diri Anda pribadi. Jika tidak, selalu cuci tangan Anda setelah menyentuh barang-barang publik.
7. Anda tidak pernah berolahraga
Olahraga merupakan aktivitas yang sangat penting bagi kesehatan dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Peneliti membandingkan orang yang tidak aktif beraktivitas dengan orang yang berolahraga dengan berjalan cepat hampir setiap hari.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa orang yang tidak aktif beraktivitas memiliki kesempatan untuk sakit dua kali lipat lebih banyak dalam 4 bulan dibanding orang yang aktif berolahraga. Para ahli mengatakan bahwa aerobik selama 30 menit saja dapat mengembalikan sirkulasi sel darah putih dan membuat sistem kekebalan tubuh kembali kuat.
8. Anda menjadi perokok pasif
Kebiasaan merokok jelas berbahaya bagi kesehatan Anda, tetapi menjadi perokok pasif juga sama bahayanya. Setiap tahun, karena paparan asap tembakau, sekitar 3.000 orang meninggal karena kanker paru-paru dan sekitar 300.000 anak menderita infeksi saluran pernapasan.
Asap rokok dapat memicu serangan asma dan memperburuk gejala pada penderita alergi. Hal ini tentu saja dapat memperburuk imunitas tubuh. Hindari menghabiskan waktu bersama teman-teman yang perokok demi menjaga kekebalan tubuh yang kuat.
9. Anda terlalu bergantung pada antibiotik
Terlalu mengandalkan antibiotik ketika sakit dapat membuat virus penyakit resisten terhadap obat dari waktu ke waktu dan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang minum antibiotik tertentu telah mengurangi tingkat sitokin, pembawa pesan hormon dari sistem kekebalan tubuh.
Ketika sistem kekebalan tubuh ditekan, Anda akan lebih mungkin untuk mengembangkan bakteri resisten atau menjadi sakit di kemudian hari.
10. Anda terlalu serius
Seseorang membutuhkan hiburan dan tawa yang lepas untuk menghindarkan diri dari stres. Para peneliti telah menemukan bahwa tawa memberikan emosi positif yang berhubungan dengan penurunan hormon stres dan meningkatkan sel kekebalan tubuh.
Dalam penelitian yang dilakukan di Loma Linda University School of Medicine, orang dewasa yang sehat yang menonton video lucu selama satu jam mengalami peningkatan signifikan terhadap aktivitas sistem kekebalan tubuh. Jangan terlalu serius dan tertawalah untuk meningkatkan kesehatan Anda.
| Sumber |
TheRire - Istirahat dan tidur adalah bagian yang penting untuk pemulihan tenaga seorang atlet. Tetapi selama masa Olimpiade, waktu istirahat tidaklah sebanyak ketika latihan. Untuk itu, yang dibutuhkan bukanlah lamanya tidur tetapi kualitasnya.

Seorang ahli kesehatan tidur olahraga, Nick Littlehales, telah bekerja dengan semua tim atlet bersepeda Inggris untuk memastikan mereka bisa merasa segar dan siap menghadapi pertandingan ketika tersadar dari tidur.
Berikut beberapa tips tidur berkualias ala atlet Olimpiade yang diberikan Nick, seperti dilansir mirror.co.uk, Sabtu (4/8/2012):
1. Pastikan kasur, bantal dan selimut dapat memberikan dukungan yang tepat.
2. Pilih tempat tidur yang tidak menyulitkan jalan napas, nyaman dan dapat menginduksi tidur. Tempat tidur untuk atlet biasanya berkontur (ada garis batas), bagian atas matras sensitif tekanan, berbahan linen, selimut sensitif suhu.
3. Rencanakan waktu bangun tidur dengan baik sehingga Anda bisa mengira waktu untuk bergegas naik tempat tidur.
4. Tidur pendek di siang hari karena itu merupakan jam tidur alami untuk manusia. Antara pukul 1 hingga 4 sore carilah tempat yang tenang untuk duduk atau berbaring sejenak. Tak perlu lama-lama, cukup 20 menit.
5. Jangan biarkan diri Anda terlalu lelah saat tidur, karena hal ini akan membuat Anda melewatkan tahapan-tahapan tidur dan langsung menuju tidur dalam. "Ini kontra-produktif," jelas Nick.
6. Makan dan minum dengan baik dan cukup dapat sinar matahari.
7. Jika tak ada pendingin ruangan, buka jendela kamar untuk membiarkan udara segar masuk karena tempat tidur dan kamar tidur memerlukan suhu 16 derajat C dan 18 derajat C (suhu optimum untuk menjamin tidur malam yang baik).
8. Makan malam terakhir adalah 3 hingga 4 jam sebelum tidur, snack setidaknya 90 menit sebelum tidur. Hal ini untuk memastikan Anda tidak tidur dengan usus atau kandung kemih yang terlalu penuh.
9. Matikan semua gadget.
10. Ke kamar mandi untuk buang air 15 menit sebelum tidur. Ini mencegah Anda terbangun di tengah malam karena ingin buang air kecil
11. Gunakan lampu dengan cahaya redup atau matikan sama sekali. Ini akan membuat Anda lebih santai dan memicu produksi hormon tidur melatonin, yang bisa membantu meredakan stres dan meringankan ketegangan otot.
12. Jangan letakkan gelas di samping tempat tidur, karena itu akan memicu tubuh untuk bangun dan minum.
13. Hindari menggunakan alarm dari ponsel atau komputer, itu adalah alat komunikasi. Gunakanlah alarm yang benar-benar berasal dari jam.
14. Untuk waktu tidur yang optimal, tidurlah dengan posisi janin (menekuk kedua kaki ke arah dada atau melungker) dengan sisi tubuh yang non-dominan, misal Anda dominan menggunakan tangan kanan maka miringkan tubuh ke posisi kiri, dan sebaliknya.
Seorang ahli kesehatan tidur olahraga, Nick Littlehales, telah bekerja dengan semua tim atlet bersepeda Inggris untuk memastikan mereka bisa merasa segar dan siap menghadapi pertandingan ketika tersadar dari tidur.
Berikut beberapa tips tidur berkualias ala atlet Olimpiade yang diberikan Nick, seperti dilansir mirror.co.uk, Sabtu (4/8/2012):
1. Pastikan kasur, bantal dan selimut dapat memberikan dukungan yang tepat.
2. Pilih tempat tidur yang tidak menyulitkan jalan napas, nyaman dan dapat menginduksi tidur. Tempat tidur untuk atlet biasanya berkontur (ada garis batas), bagian atas matras sensitif tekanan, berbahan linen, selimut sensitif suhu.
3. Rencanakan waktu bangun tidur dengan baik sehingga Anda bisa mengira waktu untuk bergegas naik tempat tidur.
4. Tidur pendek di siang hari karena itu merupakan jam tidur alami untuk manusia. Antara pukul 1 hingga 4 sore carilah tempat yang tenang untuk duduk atau berbaring sejenak. Tak perlu lama-lama, cukup 20 menit.
5. Jangan biarkan diri Anda terlalu lelah saat tidur, karena hal ini akan membuat Anda melewatkan tahapan-tahapan tidur dan langsung menuju tidur dalam. "Ini kontra-produktif," jelas Nick.
6. Makan dan minum dengan baik dan cukup dapat sinar matahari.
7. Jika tak ada pendingin ruangan, buka jendela kamar untuk membiarkan udara segar masuk karena tempat tidur dan kamar tidur memerlukan suhu 16 derajat C dan 18 derajat C (suhu optimum untuk menjamin tidur malam yang baik).
8. Makan malam terakhir adalah 3 hingga 4 jam sebelum tidur, snack setidaknya 90 menit sebelum tidur. Hal ini untuk memastikan Anda tidak tidur dengan usus atau kandung kemih yang terlalu penuh.
9. Matikan semua gadget.
10. Ke kamar mandi untuk buang air 15 menit sebelum tidur. Ini mencegah Anda terbangun di tengah malam karena ingin buang air kecil
11. Gunakan lampu dengan cahaya redup atau matikan sama sekali. Ini akan membuat Anda lebih santai dan memicu produksi hormon tidur melatonin, yang bisa membantu meredakan stres dan meringankan ketegangan otot.
12. Jangan letakkan gelas di samping tempat tidur, karena itu akan memicu tubuh untuk bangun dan minum.
13. Hindari menggunakan alarm dari ponsel atau komputer, itu adalah alat komunikasi. Gunakanlah alarm yang benar-benar berasal dari jam.
14. Untuk waktu tidur yang optimal, tidurlah dengan posisi janin (menekuk kedua kaki ke arah dada atau melungker) dengan sisi tubuh yang non-dominan, misal Anda dominan menggunakan tangan kanan maka miringkan tubuh ke posisi kiri, dan sebaliknya.
| Sumber |
TheRire - Pthirus atau Phthirus pubis (disebut juga Pubic lice atau kutu Pubic) adalah serangga parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kemaluan manusia. Manusia adalah satu-satunya tuan rumah parasit ini. Manusia dapat juga penuh dengan kutu tubuh (Pediculus humanus corporis) dan kutu kepala (Pediculus humanus capitis).

Penularan kutu kelamin biasanya terjadi akibat hubungan seksual. Selain Itu Penularan dari orang terdekat kita bisa terjadi melalui pemakaian handuk, pakaian, pakain dlam, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Sebagian besar orang dewasa lebih sering terkena kutu ini di bandingkan dengan anak-anak
Gejala yang sering ditimbulkan biasanya gatal-gatal, rasa gatal itu adalah akibat hasil dari sentuhan liur kutu dengan kulit disekitar kemaluan kita, dan (rasa gatal) menjadi semakin kuat pada dua minggu atau lebih setelah kita terkena wabah kutu ini. Gigitan kutu dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi jalan masuk bagi organisme lainnya seperti virus dan bakteri
Walaupun daerah kulit kemaluan menjadi tempat favorit dari kutu ini, Namun sedikit kasus pada pasien pria, kutu dan telur juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut, kumis dan janggut.

Salah satu cara pencegahan untuk mengatasi kutu ini adalah dengan cara mencukur bulu disekitar kemaulaun kita, dan seringlah membersihkannya. Dan hindarilah berganti-ganti pasangan.
Penularan kutu kelamin biasanya terjadi akibat hubungan seksual. Selain Itu Penularan dari orang terdekat kita bisa terjadi melalui pemakaian handuk, pakaian, pakain dlam, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Sebagian besar orang dewasa lebih sering terkena kutu ini di bandingkan dengan anak-anak
Gejala yang sering ditimbulkan biasanya gatal-gatal, rasa gatal itu adalah akibat hasil dari sentuhan liur kutu dengan kulit disekitar kemaluan kita, dan (rasa gatal) menjadi semakin kuat pada dua minggu atau lebih setelah kita terkena wabah kutu ini. Gigitan kutu dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi jalan masuk bagi organisme lainnya seperti virus dan bakteri
Walaupun daerah kulit kemaluan menjadi tempat favorit dari kutu ini, Namun sedikit kasus pada pasien pria, kutu dan telur juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut, kumis dan janggut.
Salah satu cara pencegahan untuk mengatasi kutu ini adalah dengan cara mencukur bulu disekitar kemaulaun kita, dan seringlah membersihkannya. Dan hindarilah berganti-ganti pasangan.
| Sumber |